Selamat Datang Di Blog Seputar Lebak : Media Informasi Online Seputar Kabupaten Lebak

Iklan

Senin, 23 April 2012

Ketua Pansus LKPj Minta Bupati Pandeglang Tegas Awasi Proyek

PANDEGLANG,SL– Lemahnya pengawasan proyek pembangunan yang dibiayai dari dana pemerintah, membuat Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Pandeglang, Entjep Munajat angkat bicara. Dirinya meminta Pemkab Pandeglang untuk tegas terhadap pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan yang dibiayai dana pemerintah. Karena menurutnya, selama ini kinerja pengawas proyek dinilai lemah, hal itu terlihat dari banyaknya hasil pekerjaan yang tidak maksimal.
Padahal, kata dia, dalam setiap proyek pemerintah dianggarkan dana untuk konsultan proyek, namun hal itu ternyata tidak dilaksanakan dengan baik. “Berdasarkan hasil pemeriksaan kami di Pansus LKPj menemukan banyak kegiatan yang melibatkan pengawas proyek. Namum ternyata hasil pekerjaanya tidak sesuai dengan harapan,” kata dia, Senin (23/4).
Dikatakannya, saat ini pengawasan yang dilakukan oleh konsultan proyek dinilai sangat lemah. Terbuktui, dengan banyaknya kegiatan yang melibatkan pengawas atau konsultan kurang maksimal. Idealnya, tambah ia, pihak konsultan melakukan pengawasan atas proyek yang dikerjakan oelh para kontraktor “Untuk merubah hal itu perlu ketegasan dari kepala daerah. Jangan sampai konsultan tidak melakukan pengawasan sesuai dengan tugasnya,” tukas dia.
Dirinya mencontohkan, pekerjaan pembangunan jalan di satu lokasi, dipastikan ada konsultan pengawas. Ketika kontraktor tidak mengerjakan sesuai dengan spesifikasi, idealnya konsultan memberikan teguran. Dengan demikian, kontraktor tidak sembarangan bekerja, namun kenyataannya hal itu tidak dilakukan dengan baik.
 Lanjutnya, perencanaan pembangunan daerah juga dinilai masih kurang maksimal. Hal itu terbukti banyak perencanaan pembangunan yang hasilnya tidak sesuai harapan. Harusnya, dalam setiap perencanaan pembangunan dilakukan secara matang agar hasilnya pun lebih maksimal.
Beberapa waktu lalu, Bupati Pandeglang, Erwan Kurtubi juga pernah mengeluhkan peran konsultan pengawas yang tidak maksimal dalam bekerja. Hal ini terbukti dengan banyaknya kualitas pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor tidak maksimal. Bahkan, menurut bupati ada pula proyek yang baru selesai dikerjakan ternyata kembali rusak. (ARI)

Read more »

Minggu, 22 April 2012

Sepuluh Danramil Di Lebak Dimutasi

RANGKASBITUNG, (SL) – Dua belas perwira pertama (Pama) di lingkungan Komando Distrik Milter (Kodim) 0603 Lebak dimutasi. Dari 12 Pama yang dimutasi itu, 10 diantaranya adalah jabatan Komandan Rayon Militer (Danramil). Dandim 0603 Lebak, Letkol (Inf) Nurkhan mengatakan, sebagai prajurit TNI, siapapun harus siapa ditempatkan di mana saja. Mutasi itu kata Nurkhan, merupakan upaya penyegaran di tubuh TNI Kodim 0603 Lebak.
Karena itu kata dia, para prajurit yang diberikan jabatan harus bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. “Saya berharap dimana pun prajurit TNI bertugas, harus bisa bersinergi dengan semua pihak yang ada di masing-masing wilayah,” kata Nurkhan ketika acara serahterima jabatan (Sertijab) Pama di halaman Kodim 0603 Lebak, Senin (9/4).  
Sebab kata Nurkhan, TNI mempunyai enam komponen tugas pokok yang harus dilaksanakan, diantaranya, organisasi, personil, materiil, latihan, piranti lunak dan pangkalan. Selain itu tentara juga harus bisa melakukan pembinaan teroterial yang bersinergi dengan seluruh komponen yang ada di wilayah masing-masing. “Karena jabatan ini merupakan amanah, maka saya minta Pama yang diberi jabatan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik,” katanya. 
Sementara Danramil Cimarga, Kapten (Inf) Supriyono mengatakan, sebagai prajurit TNI, dirinya siap ditugaskan di mana saja. “Sebagai Danramil yang baru, terlebih dahulu tentunya saya harus berkoordinasi secara internal, baru selanjutnya secara eksternal,” katanya. 
Keduabelas Pama Kodim Lebak yang dimutasi itu, masing-masing, Kapten (Inf) Supriyono yang sebelumnya menjabat Pasi Intel Kodim 0603 Lebak dimutasi menjadi Danramil Cimarga, Kapten (Inf) Supariyo yang semula Danramil Cileles menjadi Pasi Intel Kodim 0603 Lebak, Kapten (Inf) Jiyo Hadi Pranoto yang sebelumnya Danramil Cimarga menjabat Danramil Cileles, Kapten (Inf) Endang Tutus Paryanto yang sebelumnya Danramil Cimarga beralih tugas menjadi Pama di Korem 064/MY, Kapten (Inf) Dwi Saptono yang sebelumnya menjabat Pasi Ops Kodim 0603 Lebak dimutasi menjadi Danramil Gunung Kencana, Kapten (Inf) Daya yang semula Danramil Bojong Manik menjadi Pasi Ops Kodim 0603 Lebak. 
Sementara Kapten (Inf) Agus Sunarto yang semula Pam Korem 064/MY menjadi Danramil Bojong Manik, Kapten (Inf) Asmail Danramil Leuwidamar dipindah menjadi Pama Korem 064/MY, Kapten (Inf) Madsair yang awalnya Danramil Sajira menjadi Danramil Leuwidamar, Kapten (Inf) Sujana yang tadinya Danramil Pangarangan menjadi Danramil Kecamatan Sajira, Kapten (Inf) Enyang yang tadinya Danramil Cipanas dipindah tugas menjadi Danramil Pangarangan dan Kapten (Inf) Supriyanto yang sebelumnya menjabat Pama Korem 064/MY beralih tugas menjadi Danramil Cipanas. 
 source: bantenpos-online(dot)com

Read more »

BELASAN RUMAH DI WANASALAM DIHANTAM ROB

WANASALAM,(SL).- Gelombang pasang (rob) menerjang pesisir pantai Karang Malang RT 08/02 Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Jumat (20/4) sekitar pukul 05.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sedikitnya 15 warung pinggir pantai dan sebuah rumah rusak berat. Termasuk 16 perahu kincang yang sedang sandar di sekitar kawasan Tempat Pelalangan Ikan (TPI) Binuangeun . Terjangan gelombang rob hingga kedaratan kali ini, sekitar 7-8 meter. Hal ini dirasakan warga merupakan yang terbesar dari gelombang rob yang terjadi beberapa tahun lalu. Dari data yang diperoleh di kantor Desa Muara, Kecamatan Wanasalam melalui Sekdes Muara, Dadan, gelombang rob yang terjadi sejak pukul 05.30 WIB hingga 11.00 WIB menyebabkan sebuah rumah milik Enok rusak berat dan tujuh warung rusak berat. Ketujuh warung itu milik Mulyani, Jenab, Tata, Kulup, Heni, Kamong dan Kandi. Selain itu, akibat gelombang rob sedikitnya 16 perahu kincang rusak. “Sebelumnya, kami tidak menduga akan terjadi seperti ini. Ketika itu, sekitar pukul 07.00 WIB sejumlah warung yang juga berfungsi sebagai rumah diterjang rob. Namun, kami sedang berada di luar tepatnya di pelataran warung. Gelombang rob merobohkan sedikitnya tiga warung,” ujar seorang warga, Musa. Ia mengaku, saat gelombang rob menerjang, dirinya dilanda kepanikan dan mengira akan terjadi tsunami. Namun, setelah Camat Wanasalam, Ucu bersama Kapolsek Wanasalam, AKP Ahmad Jauhari tiba dan memberitahukannya, warga tenang kembali. “Semula saya mengira tsunami. Oleh karena itu, saat air laut naik ke daratan dan setelah tiga kali menghantam beberapa warung, saya langsung berlari,” katanya. Hal senada dikatakan korban lainnya, Enok. Pada saat gelombang rob menerjang dan menghantam rumahnya hingga rusak berat, menurut dia, dirinya dan keluarga berada di dalam rumah. Akan tetapi, ketika akan keluar rumah untuk mengambil kayu bakar dikagetkan dengan adanya gelombang tinggi sekitar 5 meter, tidak jauh dari pesisir dan menghantam rumahnya hingga rusak ringan. “Saat melihat ombak yang sangat tinggi, saya langsung keluar rumah dan memberitahukan kepada suami. Mungkin karena kaget, suami saya terjatuh hingga luka lecet d ibagian lututnya,” ujarnya. Sementara itu, Camat Wanasalam, Ucu didampingi Kapolsek Wanasalam, AKP Ahmad Jauhari, membenarkan adanya gelombang rob yang menerjang Pantai Karang Malang. Akibat terjangan rob, sejumlah warung, rumah, dan belasan perahu rusak dengan kategori rusak berat dan ringan. “Kami bersama Pak Kapolsek dan aparat desa langsung meninjau lokasi dan menyampaikan imbauan dengan menggunakan pengeras suara agar masyarakat tetap tenang,” tuturnya. Kapolres Lebak, AKBP Yudi Hermawan menyatakan, situasi pascagelombang rob yang menerjang Pantai Karang Malang, Desa Muara hingga sekarang dalam situasi kondusif. “Situasi di wilayah sekitar pantai tidak ada kepanikan. Masyarakat tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa,” ungkapnya. Menurut pemantauan, hingga pukul 16.00 WIB, situasi gelombang di perairan laut Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam masih tinggi dengan arus air cukup kuat. Kondisi ini menyulitkan sejumlah nelayan yang akan sandar setelah pulang melaut. Akibatnya, sejumlah nelayan terpaksa menyandarkan perahunya di perairan laut Tanjung Panto, Desa Muara. 

 source : Kabarbanten(dot)com

Read more »

Peringati Hari Bumi, Puluhan Siswa Belajar Buat Kompos

PANDEGLANG, (SL) – Dalam rangka memperingati hari bumi yang jatuh pada setiap tanggal 22 April, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Pandeglang menggelar pelatihan pembuatan kompos, Minggu (22/4). Pelatihan pembuatan kompos yang diikuti oleh sekitar 50 siswa dari 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Pandeglang. Ketua Tim Pelaksana Adiwiyata SMK Negeri 2 Pandeglang, Deti Anggraeni kepada wartawan, mengatakan, pelaksanaan pelatihan pembuatan kompos selain dalam rangka memperingati hari bumi dan juga bagaimana mengenalkan pengolahan sumber daya alam yang ramah lingkungan. Menurutnya, pelaksanaan pelatihan pembuatan kompos ini dibagi menjadi dua bagian sesi teori dan praktek langsung pembuatan kompos yang dibimbing oleh tim dari SMKN 2 Pandeglang dan juga termasuk mengenai pembuatan kultur tanaman anggrek. “Kegiatan ini dibagi dua yaitu teori dan praktek. Dimana dalam pemaparan teori langsung disampaikan oleh para guru, sedangkan dalam praktek pembuatan kompos para peserta dibimbing oleh siswa sekolah ini yang telah memiliki kemampuan dalam pembuatan kompos,” terang Deti. Dikatakannya, pada peringatan hari bumi tahun ini pihaknya memberikan tema “Selamatkan Bumi Dari Pencemaran” melalui pelatihan pemanfaatan limbah organik tingkat SLTP Kabupaten Pandeglang. Kepala SMK Negeri 2 Pandeglang, Ade Firdaus mengatakan, sekolahnya secara rutin menggelar peringatan hari bumi. Dimana dalam kegiatan ini, kata Ade, pihaknya berusaha untuk memberikan pemahaman kepada para siswa SMP akan pentingnya pemanfaatan sampah organik menjadi kompos cair maupun padat. Sehingga diharapkan, para siswa bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam pelatihan ini dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga kegiatan ini bisa bermafaat tidak hanya bagi peserta tetapi juga pada lingkungan, sehingga hasilnya bisa diterapkan di sekolah masing-masing atau juga di lingkungannya,” ujarnya. (ARI)

Read more »

Diduga Korban Tabrak Lari, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas

MANDALAWANGI, (SL) – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas di Jalan Raya Mandalawangi-Jiput, atau tepatnya di Kampung Baru, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (21/4) pagi. Mayat pria yang diperkirakan berusia 45 tahun ini pertama kali ditemukan tergeletak dipinggir jalan oleh seorang warga sekitar pada pukul 04.00 WIB. Kemudian warga langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke petugas polisi yang kebetulan sedang melakukan patroli. Akhirnya, mayat pria naas itu setelah diperiksa petugas polisi setempat kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Serang guna dilakukan otopsi. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pandeglang, AKP Muhammad Syafi’i kepada wartawan, membenarkan laporan penemuan mayat itu. Menurutnya, saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan tanda pengenal pada korban dan warga sekitar pun mengaku tidak ada yang mengenali korban. Dugaan sementara, kata dia, mayat pria tanpa identitas itu merupakan korban tabrak lari. “Untuk memastikan penyebab kematian korban, saat ini jenazahnya telah dibawa ke RSU Serang untuk diotopsi. Dan kami juga menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar melihat ke kamar jenazah RSU Serang,” terangnya. (ARI)

Read more »

Sabtu, 21 April 2012

PENJAJA BACANG TEWAS TERLINDAS KA

RANGKASBITUNG,(SL. Seorang penjaja penganan yang terbuat dari beras (bacang-) keliling warga Kampung Ciodeng Desa Jatimulya Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Gho Cau alias Ncu (50) tewas setelah tertahantam kereta jurusan Rangkasbitung – Jakarta yang saat itu sedang melaju menuju stasiun Kereta Api (KA) Rangkasbitung tepatnya di jembatan rel kereta Kampung Cijoro Kelurahan Muara Ciujung Timur Kecamatan Rangkabitung Kamis (19/4) sekitar pukul 08.00 WIB. Belum diketahui secara pasti motif dari kecelakaan kereta yang menyebabkan nyawa korban melayan. Namun diperoleh dari beberapa saksi mata korban sebelumnya setiap pagi melintas di rel tersebut sepulang dari pasar setelah membeli keperluan untuk berjualan bacang disekitar stasiun KA Rangkasbitung. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kejadian naas yang dialami korban bermula ketika korban hendak pulang ke rumah setelah belanja guna keperluan dagangannya dari pasar Rangkasbitung. Namun saat melintas rel kereta menuju rumahnya yang tidak jauh dari pasar korban tertabrak. Mereka tidak mengetahui secara jelas saat korban yang diketahui ternyata warga Kampung Ciodeng yang kesehariannya berjualan bacang di kereta itu, korban diketahui tewas dengan kondisi mengenaskan dengan kaki bawah sebelah kanan remuk, kepala bagian belakang robek dan bagian tangan kirinya sobek setelah kereta yang menghantam melintas. Keluarga dan warga sekitar serta polisi yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Tubuh korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Adjidarmo Rangkasbitung untuk dilakukan visum serta menunggu pihak keluarga datang mengambil jasad korban tersebut, sementara barang-barang yang tertinggal dilokasi kejadian diamankan pihak keluarga korban. “Kalau kejadian persisnya saat korban tertabrak kereta saya tidak tahu. Namun setelah kereta melintas saya melihat korban tergeletak tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan,”ujar salah seorang warga, Badri. Kapolres Lebak AKBP Yudi Hermawan didamping Kabag Ops Polres Lebak Kompol Yudhis Wibisana, membenarkan, adanya korban meninggal dunia setelah tertabrak kereta jurusan Rangkasbitung – Jakarta dijembatan rel kereta cijoro. “Ya, benar sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi (Kamis-red) seorang korban ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan setelah tertabrak kereta jurusan Rangkasbitung – Jakarta. Kami masih menyelidikinya dan memeriksa sejumla saksi atas kejadian tersebut,”ujarnya.(H-34)*** 


sumber : kabarbanten(dot)com

Read more »

Mengganggu, Polisi Razia Knalpot Bising

MAJA, (SL)– Kepolisian Sektor (Polsek) Maja terus merazia sepeda motor yang berknalpot bising. Razia dilakukan, karena selama ini polisi sering menerima keluhan dari masyarakat terkait banyaknya sepeda motor yang menggunakan knalpot racing dan mengganggu ketenteraman dan kenyamanan warga. Selain menggelar operasi di titik tertentu, anggota Polsek Maja juga selalu menyosialisasikan kepada warga dan siswa di sekolah agar tidak mengunakan knalpot bersauara bising. “Saya akan musnahkan kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot racing, karena sangat bising dan mengganggu kenyamanan semua,” ujar Kapolsek Maja, Kompol Indra Maja, Senin (16/4). Kata Indra, sepeda motor yang menggunakan knalpot racing yang tertangkap akan diamankan dan kanlpotnya dicopot selanjutnya dikumpulkan dan dikirim ke Polres untuk dijadikan barang bukti dan selanjutnya akan dihancurkan. “Jika ada kendaraan yang tak bertuan atau bodong akan kami amankan. Bilamana dalam beberapa hari tidak bisa menunjukan kepemilikan kendaraan, maka sepeda motor akan dibawa ke Polres Lebak,” pungkasnya.(RIS/K-2) 


source : banten pos online

Read more »

Jajan Cimol, 7 Murid SD Terperosok ke Septic Tank

PANDEGLANG, (SL) - Gara-gara membeli cimol, 7 murid Sekolah Dasar terperosok ke dalam septic tank. Kejadian tragis itu bermula ketika 7 murid SDN 11 Pandeglang yang terdiri dari murid kelas satu hingga kelas tiga tengah jajan cimol di belakang bangunan sekolahnya, Rabu (18/4) sekitar pukul 06.45 WIB. Berdasarkan informasi, ambruknya septic tank diduga karena bagian lantai sudah rapuh dan tidak bisa menahan beban, akhirnya 7 murid itu terperosok ke septic tank sedalam satu meter. Beruntung, saat ke tujuh murid itu terjatuh seorang penjaga sekolah dengan sigap menyelamatkannya dan langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Meski dalam dalam kejadian tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, namun ke tujuh korban yakni, Ian Maulana, Nurmalasari, Endang, Nani, Risma, Kiki dan Reni mengalami luka dibeberapa bagian tubuh dan harus dirawat secara intensif. "Waktu itu kami bertujuh sedang beli cimol, kebetulan yang jualnya diatas WC (water closet, red). Mungkin karena lantainya sudah rapuh jadi ambrol, sehingga kami terperosok," kata salah satu korban, Ian Maulana (10), murid kelas 3. Dikatakan Ian, meski dirinya tidak mengalami luka parah, namun dirinya bersama enam orang lainnya merasa shock. "Saya sangat shock dengan kejadian ini," ujarnya. Sementara, Kepala SDN 11 Pandeglang, Titin Hartini saat dikonfirmasi sejumlah wartawan mengaku, tidak mengetahui adanya septic tank yang berada dibelakang sekolah. Menurutnya, dengan ambrolnya septic tank pihak sekolah bersama komite akan melakukan penutupan dengan cara mengurug dengan tanah. Hal itu dilakukan, kata dia, selain karena bangunan septic tank itu sudah lama dan juga menghindari kembali jatuhnya korban. "Saya sudah 16 tahun disini (SDN 11 Pandeglang, red) tapi baru mengetahui ada septic tank setelah kejadian ini. Saat ini ke tujuh anak murid yang menjadi korban sudah berada di rumahnya masing-masing," ungkap Titin. (ARI)

Read more »

Keluarga Korban Pencabulan Laporkan Oknum Anggota Dewan Lebak ke Polres Pandeglang

PANDEGLANG, (SL) - Keluarga korban pencabulan yang dilakukan oleh oknum Anggota DPRD Lebak akhirnya melapor ke polisi. Paman korban HB (40) dan kakak korban Lk (28) warga Cikulur, Kabupaten Lebak, Jumat (20/4) siang, ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang. HB kepada Banten Pos mengatakan, pelaporan itu berdasar dari dugaan pencabulan terhadap keponakannya yang berinisial Im oleh Anggota Dewan Lebak Fraksi PKB, YS beberapa waktu lalu. Dirinya menceritakan, kejadian bermula ketika korban dan pelaku pada Selasa 7 Desember 2012 lalu jalan-jalan dan melakukan hubungan intim di Alun-alun Pandeglang. "Saya serahkan masalah ini semuanya ke pihak kepolisian agar pelaku yang merupakan Anggota Dewan bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum," kata HB. Sebelumnya, kata dia, keluarga korban telah memberikan waktu satu minggu kepada pelaku untuk datang dan mempertanggunjawabkan perbuatannya. Namun, setelah batas waktu yang ditentukan ternyata pelaku tidak kunjung datang dan hanya mengutus seseorang untuk mewakilinya. "Saya telah kasih waktu satu minggu kepada pelaku untuk datang dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, namun hingga kini yang bersangkutan tidak kunjung menampakan batang hidungnya," ujarnya. Sementara, Lk mengaku, geram atas perbuatan pelaku dan melaporkan perbuatannya kepada polisi. Menurutnya, pelaku selain dikenal sebagai Anggota Dewan Lebak dan juga merupakan tokoh masyarakat Cikulur. "Padahal pelaku itu orang terhormat di daerah kami, tapi perbuatannya sangat bejat. Oleh karena itu kami melaporkan perbuatannya ke pihak kepolisian," kata Lk. Kepala Unit PPA Polres Pandeglang, Bripka Choirul Anam enggan memberikan komentar lebih lanjut. Polres Pandeglang, kata dia, telah merima laporan dari warga Cikulur, Lebak dengan Laporan Polisi Nomor : LP/65/IV/2012/Banten/Res. Pandeglang. "Kasusnya masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan," singkatnya. (ARI)

Read more »

Selasa, 17 April 2012

Pedagang Pasar Rancaseneng Minta Pemkab Pandeglang Berikan Haknya

PANDEGLANG, – Beberapa pedagang pasar di Desa Rancasenang, Kecamatan Cikeusik, meminta pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan Perindustrian dan Pasar (Disperindagpas) Kabupaten Pandeglang untuk konsisten dan memberikan hak pedagang sesuai hasil musyawarah tahun lalu. Pasalnya, dalam surat Disperindagpas Pandeglang bernomor 511.2/381-Indagpas/2011tertanggal 27 September 2011 dalam poin 3 menyebutkan pengisian kios baru diproritaskan bagi pedagang lama, dan selebihnya bisa diberikan kepada pedagang lainnya. Namun kenyataannya, saat ini terdapat lima orang pedagang lama di pasar tersebut yang belum mendapatkan kembali kiosnya.
Ditemui wartawan, salah seorang perwakilan pegadang lama dan juga tokoh pemuda Desa Rancaseneng mengatakan, dalam penempatan pedagang di 24 kios dan lapak di Pasar Rancaseneng itu tidak sesuia aturan dan diduga terjadi permainan oknum tertentu. Sehingga dari 17 pedagang lama hanya sebanyak 12 pedagang lama yang bisa menemati kembali kiosnya, sedangkan 5 orang pedagang lama hingga kini belum mendapatkan haknya kembali. Ke lima pedagang lama yang belum mendapatkan haknya kembali, jelas dia, yakni Uju, Dainah, H Dedeh, Eneng dan Imam.
“Padahal sudah jelas dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan Disperindagpas, dalam penempatan pedagang itu harus mempriritaskan para pedagang lama. Namun kenyataannya saat ini masih ada pedagang lama yang belum mendapatkan haknya, saya menduga hal ini terjadi karena ada permainan oknum tertentu yang mengatur penempatan pedagang,” kata Lukman, Selasa (17/4).

Selain diduga adanya permainan dalam penempatan pedagang, tegas dia, para pedagang yang akan menempati kios dan lapak baru juga mengaku dipungut biaya oleh oknum tertentu, dengan besaran bervariatif antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Padahal menurutnya, dalam penempatan kembali para pedagang lama tidak dikenakan biaya. “Mereka (pedagang, red) dimintai sejumlah uang oleh oknum tertentu agar para pedagang lama bisa menempati kembali kiosnya. Jelas ini merupakan sudah tindakan melawan hukum dan perlu ada pengusutan dan pihak berwajib,” tukasnya.
Dirinya, mendesak Pemkab Pandeglang untuk segera menyelesaikan permasalah ini, agar tidak menimbulkan polemik yang lebih besar di masyarakat pedagang di Desa Rancaseneng. “Pemkab Pandeglang diharapkan untuk segera turun tangan menyelesaikan masalah ini, agar tidak berlarut-larut dan menjadi masalah yang besar,” pintanya.
Sementara dihubungi melalui sambungan telepon, Kepala Disperindagpas Pandeglang, Dadan Tafif Danial mengaku, penempatan pedagang iut harus berdasarkan surat edaran yang telah dikeluarkan pihaknya. Menurutnya, para pedagang lama harus mendapatkan prioritas dalam penempatan kembali dan bila ada sisa kios atau lapak maka diperbolehkan diberikan kepada pedagang lain. Terkait adanya dugaan pratek pungutan liar oleh oknum tertentu dalam proses penempatan pedagang, dirinya menyangkal iti dilakukan oleh pihaknya. “Tidak ada pegawai kami yang melakukan pungli, bila itu memang terjadi dipastikan bukan dari kami,” kilahnya.
Untuk menyelesaikan masalah ini, kata Dadan, pihaknya segera akan melakukan inpeksi mendadak ke Pasar Racaseneng dan memastikan dalam penempatan pedagang itu sesuai surat edaran yang dikeluarkan Diperindagpas. “Besok (hari ini, red) kami akan lakukan sidak ke Pasar Rancaseneng,” tegasnya. (ARI)

Read more »

Iklan

Google Custom Search