Home » » Kepala UPT Pendidikan Cadasari Bantah Pungli

Kepala UPT Pendidikan Cadasari Bantah Pungli

Written By Seputar Lebak on Senin, 14 November 2011 | 16.34

PANDEGLANG, (Seputar Lebak) – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Cadasari Sukari Miharja diduga telah melakukan pemungutan uang antara Rp 100ribu sampai Rp 300ribu kepada guru-guru di Cadasari yang akan naik pangkat serta pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kepala UPT Pendidikan Cadasari Sukari Miharja telah melakukan pungli SK kenaikan pangkat guru-guru Cadasari sebesar Rp 100ribu sampai Rp 300ribu dan meminta uang kadeudeuh setiap cair BOS sebesar Rp 1.500 per siswa di tiap sekolah,” kata seorang guru yang enggan namanya disebutkan.


Namun dirinya tidak memungkiri bila dulu mungkin ada pemotongan uang kepada guru yang naik pangkat atau pemotongan dana lainnya. “Semenjak menjabat Kepala UPT Pendidikan saya sudah memiliki misi bebenah (perbaikan, Red) dimana salah satunya saya ingin tidak ada lagi pemotongan-pemotongan dana yang tidak sesuai dengan aturan. Namun saya tidak mau menyebut siapa yang dulu pernah melakukan pemotongan dana kepada guru-guru di Cadasari,” katanya. (arie) Sementara saat ditemui Kepala UPT Pendidikan Cadasari Sukari Miharja membantah semua tuduhan yang ditujukan kepadanya dan menganggap semua itu hanya isu lama yang coba dihembuskan kembali. Menurutnya, isu pemotongan uang kenaikan pangkat dan pemotongan dana BOS itu sudah lama dihembuskan oleh orang-orang yang tidak senang akan posisi dirinya sebagai Kepala UPT Pendidikan Cadasari.
“Tidak ada pungutan untuk kenaikan pangkat dan dana BOS, adapun bagi guru yang mau memberi uang dari kenaikan pangkat itu atas kesadaran para guru, tanpa ada paksaan harus setor ke saya. Dan saya tidak pernah memotong dana BOS ditiap-tiap sekolah, dan saya berani mempertanggungjawabkan ucapan saya ini,” kilah Sukari kepada Seputar Lebak, Senin (14/11).
Dirinya beberapa waktu lalu penah memanggil para guru yang mendapatkan uang kenaikan pangkat dan setelah diklarifikasi tidak ada satupun guru yang pernah dipinta uang kenaikan pangkat. “Silahkantanya ke 32 orang guru yang pada bulan lalu naik pangkat, tidak ada satupun yang pernah saya pinta uang. Saya tidak pernah meminta uang kepada para guru baik secara lisan maupun tertulis atau mengutus petugas UPT Pendidikan untuk memungut uang,” tegasnya. (arie)


0 komentar: