Home » » Operasi Pekat SAT POL PP Lebak

Operasi Pekat SAT POL PP Lebak

Written By Seputar Lebak on Sabtu, 13 Agustus 2011 | 09.26

RANGKASBITUNG, (SL) – Demi menciptakan situasi yang kondusif selama bulan Ramadhan dan mencegah penyakit masyarakat (pekat), Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Lebak menggelar operasi Pekat, Kamis (11/8) malam sampai Jumat (12/8) dini hari.
Dalam operasi Pekat yang digelar Sat Pol PP Lebak berhasil terjaring sebanyak 2 pasangan bukan suami istri dan 8 wanita penjaja seks komersial (PSK) di sekitar wilayah Kota Rangkasbitung. Lokasi yang dijadikan target operasi Pekat adalah hotel, penginapan, terminal dan tempat-tempat yang disinyalir menjadi sarang PSK. “Operasi ini akan tetap kita lakukan sesuai dengan kebutuhan, saya yakin dengan operasi seperti ini. Seperti teman-teman lihat di lapangan apa yang diperkirakan oleh masyarakat tentang PSK dan prostitusi di Lebak yang luar biasa ini ternyata tidak ada. Ya, bukan tidak ada. Tidak seperti itu artinya karena memang bukan selama bulan puasa saja dilakukan operasi seperti malam ini” ujar Kasat Pol PP Lebak, Deddy Supratnawijaya, seusai operasi Pekat di kantornya, Jumat (12/8) dini hari.


Sat Pol PP, kata Deddy, operasi Pekat tidak hanya dilakukan pada bulan puasa saja tetapi jauh sebelumnya sudah sering digelar karena sudah menjadi tugas pokok Sat Pol PP. Pihaknya sering melakukan pembinaan kepada masyarakat dan akhirnya tidak terlalu banyak yang terjaring artinya sudah ada kesadaran dari masyarakat.
Lanjut Deddy, kepada pasangan dan PSK yang terjaring dalam operasi Pekat kali ini sementara tidak diberikan sanksi tegas dan hanya di data kemudian dikembalikan ke orang tuanya. “Kita akan berikan sanksi tegas dan tidak ada toleransi kalau dia (PSK-Red) sudah dipulangkan ke orang tuanya dan melakukan kembali perbuatannya” tegasnya kepada wartawan.
Sementara itu seorang wanita yang terjaring dalam operasi Pekat oleh Sat Pol PP mengatakan, bahwa dirinya bukan PSK seperti yang disangkakan oleh para petugas. “Saya cuma nginep di hotel karena sedang ada masalah keluarga, karena mau dijodohkan oleh orang tua saya” ujar Ita (19) warga Merak, Cilegon yang terjaring di salah satu hotel di Rangkasbitung. (ari)

0 komentar: