Home » » Tentang Sampah

Tentang Sampah

Written By Seputar Lebak on Senin, 09 April 2012 | 09.39


Sampah menjadi permasalahan yang pelik. Saat ini orang-orang sudah gemar dan malah menjadi hobby membuang sampah sembarangan. Mungkin motto hidup “buanglah sampah pada tempatnya” mesti diganti menjadi “buanglah sampah sembarangan”. Hehe.. semoga gak berlebihan….
Perilaku menyimpang dalam membuang sampah sudah menjadi budaya dan karakter bangsa tercinta ini, setuju ataupun tidak memang itulah adanya. Bagi yang rajin buang sampah pada tempatnya jangan tersinggung yak, dan buat yang rajin membuang sampah juga jangan tersinggung, karena kalau tersinggung nanti yang ada malah sikap dendam, marah dan kesal.


Bangsa kita adalah bangsa yang bermoral dan menjunjung tinggi nilai adat dan terutama sangat menjunjung tinggi nilai agama, bayangkan saja ketika ada sebuah kasus dimana satu keluarga menjadi pengikut aliran sesat, kita senantiasa serta merta menghujat, mencaci maki bahkan menghakimi secara massa, terlebih lagi rumah tempat tinggal sang pengikut aliran sesat itu pun ttidak pernah luput dihakimi higga hancur luluh lantak. Dan masih banyak perbuatan-perbuatan menyimpang yang memang bertentangan dengan adat dan nilai agama yang sudah dihakimi oleh massa. Bangsa ini mayoritas penduduknya menganut agama islam, dan selebihnya agama-agama lain yang diakui oleh undang-undang.
Penulis berkeyakinan bahwa agama manapun mengajarkan pola hidup yang bersih. Setuju..??? kalau tidak setuju berarti agama anda dipertanyakan.. hhe..
Apa lagi bangsa ini berpenduduk mayoritas islam, pasti sudah tidak asing lagi dengan hadist “kebersihan adalah sebagian dari pada iman”.. (klo da yang salah, tolong dibenerin). Kata kebersihan ini bersifat universal atau luas mencakup jasmani dan rohani. Kebersihan pakaian, kendaraan, rumah, lingkungan dan lain-lain yang memang harus selalu dibersihkan.
Penulis sangat yakin bahwa kita semua selalu menjaga kebersihan badan dengan mandi pakai sabun, shampo, pasta gigi dan media kebersihan lainnya (kecuali adapt tertentu yang tidak memperbolehkan menggunakannya) tapi kemanakah anda membuang bungkus produk-produk tersebut???
Penulis juga yakin banyak dari anda ketika jalan-jalan(terutama pusat kermaian atau tempat wisata) suka jajan makanan atau minuman kemasan. Seperti air gelas, ciki, roti, permen dan lain-lain yang menggunakan kemasan plastik. Kalau anda membuang sisa pembungkus makanan tersebut ketempat sampah yang sudah disediakan maka dua acungan jempol penulis acungkan, akan tetapi kalau anda membuangnya sembarangan maka penulis pun akan mengacungkan kedua jempol tapi dengan posisi terbalik.. hhe..
Bayangkan dalam satu hari kita mengkonsumsi permen dan membuang kemasannya sembarangan, ditambah ratusan ribu warga masyarakat kabupaten lebak, maka kita telah menabung kerusakan bumi selama 80 tahun kedepan. Jadi klo selama sebulan kita rajin dan gemar membuang sampah dengan sembarangan maka tinggal hitung saja betapa hancur dan rusaknya bumi ini karena tercemar dengan sampah yang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menguraikannya…
Sebelum itu Ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu, jenis-jenis sampah secara garis besar. Berdasarkan asalnya, sampah dapat digolongkan sebagai berikut :

a. Sampah OrganikSampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa tubuh makhluk hidup (hewan maupun tumbuhan). Sampah organik mudah diuraikan dengan proses alami dan berlangsung cepat.
Contoh sampah organik : sampah sisa dapur, daun-daunan, daging, sayur, buah, tepung, dll.

b. Sampah Non-Organik
Sampah non-organik atau anorganik adalah sampah yang berasal dari sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui serta proses industri. Sampah anorganik dapat di daur ulang kembali. Sampah anorganik memerlukan jangka waktu yang sangat lama untuk terurai, bahkan beberapa di antaranya tidak dapat diuraikan.
Contoh sampah anorganik : sampah plastik, kertas, karton, kaleng, kaca, dll

c. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Adalah sampah yang mengandung zat yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Apabila limbah B3 ini dibuang sembarangan maka racun yang ada dalam limbah tersebut dapat meresap ke dalam tanah dan mencemari air tanah maupun tanaman yang berbahaya bila dikonsumsi manusia. Limbah B3 harus dipisahkan dengan sampah lainnya karena sangat berbahaya dan memerlukan penanganan khusus.
Contoh limbah B3 : baterai, botol obat nyamuk, paku, sisa bahan kimia, tinta, parfum, oli, dll.


* Berikut ini disajikan data-data lama waktu penguraian sampah dari tiap2 jenis sampah :
- Kertas → lama penguraian 2-5 bulan
- Kulit buah → lama penguraian 6 bulan
- Kardus / Karton → terurai 5 bulan
- Filter rokok → terurai 10-12 tahun
- Kantong plastik → 10-12 tahun
- Benda-benda kulit → 25-40 tahun
- Kain Nilon → 30-40 tahun
- Jaring ikan → 30-40 tahun
- Aluminium → 80-100 tahun
- Baterai bekas → 100 tahun
- Plastik → 50-80 tahun
- Batu baterai → 100 tahun
- Botol kaca → perlu 1 juta tahun untuk hancur tanpa bekas
- Botol plastik → tidak dapat diperkirakan waktu hancurnya
- Styrofoam → tidak dapat hancur
Jika dilihat dari data-data di atas, sangatlah penting untuk mulai memilah-milah sampah. Mengigat waktu yang diperlukan sampah untuk mengurai berbeda-beda. Sampah organik yang mengurainya lebih cepat dari sampah anorganik harus dipisahkan. Sampah organik ini dapat kita olah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik yang waktu terurainya jauh lebih lama, dapat kita daur ulang kembali. Daripada mengendap lama di dalam tanah tak kunjung terurai, ada baiknya kita mendaur ulang kembali sampah-sampah anorganik ini. Ini semua dilakukan demi kelestarian lingkungan di sekitar kita.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Not bad,...