Home » » Lelang Dindik Dinilai Penuh Konspirasi

Lelang Dindik Dinilai Penuh Konspirasi

Written By Seputar Lebak on Kamis, 24 November 2011 | 04.57

PANDEGLANG, (SL) - Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Pendidikan (GMP3) secara berbondong-bondong mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pandeglang, Rabu (23/11) pagi.
Para aktivis menilai telah terjadi banyak praktek korup di Dindik Kabupaten Pandeglang, diantaranya telah terjadi pengkondisian dalam proses lelang tender pengadaan alat pendidikan dan pengadaan buku di Dindik Kabupaten Pandeglang yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2010 senilai Rp 18 milyar beberapa waktu lalu. GMP3 menilai terdapat banyak kejanggalan selama proses lelang dan pengumuman hasil lelang pengadaan alat pendidikan, karena beberapa pemenang tender dinilai terindikasi sudah diaur oleh panitia lelang.


"Pengadaan buku yang bersumber dari DAK 2010 dinilai syarat dengan praktek korupsi, panitia lelang idak menjalankan tugasnya dengan baik karena para pemenang tender sebelumnya sudah dikondisikan. Maka itu kami meminta komisi pemberantasan korupsi (KPK) untuk turun mengusut dugaan kasus korupsi di Dindik Kabupaten Pandeglang," tegas Koordinator Aksi Rony Khaelani.
Aktivis GMP3 menilai Dindik Kabupaten Pandeglang tidak memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat dan hanya mementingkan kelompok tertentu, dengan indikasi strategi pemenangan terhadap perusahaan pemenang tender karena panitia lelang sebelumnya tidak melakukan pengecekan terhadap para pemenang tender.
"Panitia lelang terlalu beresiko menentukan pemenang pada paket pengadaan alat peraga pendidikan dan sarana penunjang pembelajaran SD dengan nilai lebih dari Rp 9 milyar oleh PT REVALINO AGUNG PRATAMA senilai Rp 7.7 milyar dan Rp 2 milyar anggaran negara untuk menunjang kualitas pendidikan telah hilang," tulis GMP3 dalam selebaran yang dibagikan kepada wartawan.
Aksi unjuk rasa sempat diwarnai aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan puluhan petugas polisi dari Mapolres Pandeglang yang telah bersiaga mengamankan aksi unjuk rasa. Puluhan pengunjuk rasa meluapkan kekesalan dengan membakar poster yang bertuliskan kritikan terhadap Dindik kabupaten Pandeglang. "Kami meminta proses lelang diulang dan diselenggarkan secara terbuka, karena hasil pengumuman lelang pada 11 November 2011 lalu dinilai telah cacat hukum," katanya.
Setelah puas menyampaikan aspirasi di depan kantor Dindik Kabupaten Pandeglang. akhirnya puluhan aktivis GMP3 membubarkan diri dengan tertib dengan menggunakan kendaraan bak terbuka dan angkutan kota. (rie)



0 komentar: